Menurut Kantor Berita ABNA, Diplomat Cina ini dalam sebuah wawancara dengan Reuters hari Selasa (11/8/2020) menekankan bahwa upaya AS untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran tidak memiliki dasar hukum yang memadai.
Pemerintah AS dijadwalkan untuk memberikan suara pada sidang Dewan Keamanan PBB yang menyerukan perpanjangan embargo senjata terhadap Iran.
Menjelang semakin dekatnya batas akhir perpanjangan embargo senjata Iran pada 18 Oktober 2020, yang merupakan bagian dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, Gedung Putih melipatgandakan upayanya untuk mencegah pencabutan sanksi tersebut.
Meskipun Amerika Serikat secara resmi menarik diri dari JCPOA dua tahun lalu, tapi masih mengklaim menjadi bagian dari negara anggotanya, dan berhak untuk menggunakan isi perjanjian ini, termasuk mekanisme pemicu demi mengembalikan sanksi nuklir terhadap Iran.
Klaim AS tersebut memicu penentangan keras dari Cina dan Rusia.(PH)
342/